Rabu Abu: Merangkul Kerentanan Manusia

Rabu Abu bisa saja terkesan negatif dan tidak begitu menggembirakan. Penerimaan abu di dahi selalu berarti bahwa kita diingatkan pada satu fakta: kita adalah debu dan akan kembali menjadi debu. Dengan “kembali menjadi debu”, bukankah itu tampak sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan? Kita tentu tidak begitu…

Politik itu Bising

Dalam panggung politik, Anda dan saya yang menyandang status warga biasa mungkin tidak lebih dari seorang voter (vox: suara, voter: pemilik suara?). Suara kita adalah incaran para politisi. Kebisingan meneriaki politisi jagoan mungkin terhitung sebagai suara emas dan dianggap berharga di mata para politisi. Makin berisik…

Yang Fana adalah Gelisah

Tak sedikit orang yang menggugat Tuhan lantaran rahmat tak pernah mau singgah di hidupnya. Bahkan orang-orang itu dengan gagah berucap perihal Tuhan yang tak harus selalu dibutuhkan di saat letih dan sakit sekalipun. Jangan pernah mengirimkan syair dan lirik bernada harapan ke mereka. Bahkan itu akan…

Menerka Isi Doa Politisi

Saya sedang membayangkan isi doa seorang politisi: “Tuhan, lindungilah aku dalam kontestasi pileg tahun ini. Buatlah hati ini sabar dan tegar. Dan terutama, bila pada akhirnya aku kalah, hendaknya Engkau tetap bersamaku agar aku tidak menangis, tidak putus asa, tidak menyalahkan tim sukses, tidak menaruh dendam…