Untuk sebuah kehilangan, orang kadang suka berujar, “ya..,butuh anugerah dan waktu untuk bisa ikhlas. Biarkan ia pergi ‘tuk kejar keinginannya.” Tapi apa itu berlaku juga untuk jenis kehilangan yang satu ini? Kehilangan waktu karena banyak momen dihabiskan untuk hal-hal yang tak perlu! Waktu yang hilang dan yang memang kerap sengaja dihilangkan. Ia pergi tak tentu arah, tak pernah pamit pula. Ia menghilang di genggaman kita yang punya hobby membuang, membikin momen jadi sia-sia, membiarkan saat berharga berlalu tanpa makna. Sesekali terucap dari bibir pembuang waktu itu; “rasanya begitu cepat. Tiba-tiba kalender berganti, beberapa helai rambut memutih, beberapa kawan berganti status. Waktu berlalu begitu cepat…”
Memang, sering kali atas nama kejutan, manusia begitu pandai bersembunyi di balik ketidaksanggupannya memaknai waktu. Lalu, apa yang tinggal pada kita, kalau waktu sengaja dibuang; kalau banyak momen diisi dengan klik sana-sini sekadar mencari hiburan melulu; jika setiap informasi serasa wajib dikomentari; bila di setiap whatsup group kamu tidak pernah mau absen?
Barangkali kita perlu management of time, suatu usaha kecil mendisiplinkan diri agar tidak mudah menyiakan waktu dan kesempatan. Atau juga perlu management of mind, suatu aksi yang lebih interior dari kita untuk memetakan dengan teratur beragam rencana, program, ekpektasi dan langkah-langkah menuju aksi. Ketika segalanya bermula dari mind yang tertata, lalu disambut dengan komitmen untuk mengejawantah segala ide yang sudah tertata itu, maka bisa dipastikan waktu dan kesempatan akan jadi milik kita yang dengannya segala hal berguna akan diciptakan, dan tak ada waktu yang terbuang percuma.
