Jemari yang makin canggih dan ajaib. Ia tampak begitu terlibat merayakan hidup. Dengan hanya beberapa sentuhan di monitor, jari ini jadi punya kepedulian tinggi pada setiap momen. Seperti hari ini, valentine day: gerak jemari di layar begitu gesit mengarah ke setiap arah, kepada orang-orang yang bagi mereka, kasih sayang itu punya hari khususnya. Demikianlah jemari tak mau ditelan oleh ketidakpedulian orang-orang yang ternyata memilih apatis pada beragam seremoni tahunan. Bukankah kasih sayang itu ada kapan dan di mana saja?
Jari yang cekatan memang setia menjalankan tugasnya; mencet, klik, blablabla. Dalam tugasnya itu kepedulian dan ketidakpedulian ala medsos bergantung sepenuhnya. Kasih dan sayang versi medsos ditentukan sejauhmana hari ini jemarimu tak letih dan bosan berkarya, menjelajah segala arah. Tapi, kamu pun kudu hati-hati, bisa jadi saat ini atau pada suatu ketika, jari yang begitu gesit dan taktis itu, bisa sedemikian manipulatif dan merenggut kasih sayangmu. Tanpa diasa, ia bisa sedemikian tajam menghujam hati setiap orang; merekayasa, bullying, mencaci, meneror.
Selamat merayakannya, kendati sebenarnya kasih sayang bisa dirayakan setiap hari, berkali-kali, tanpa kenal henti. Tapi tak apa-apa. Seremoni tahunan dirasa perlu untuk menjadikan satu hari sebagai yang spesial di tengah dunia yang banal. Di jemarimu pun, kau sering menitipkan rasa sayang kepada orang-orang yang mudah kau sayangi. Apakah begitu pula dengan mereka yang masih kau benci? Mungkin hari ini bisa kau tugaskan jari-jarimu itu untuk segera menyentuh hati-hati yang pernah dan bahkan sering kau sakiti. Mudah-mudahan jarimu mengubah dirimu.
